Prodi Kehutanan Hadirkan Stakeholder Bahas Pengelolaan Hutan di Malut

Suasana diskusi publik di ruang Aula rektorat Unkhair, Selasa, (19/11/19)

LPM Kultura -- Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) gelar Diskusi Publik, diruang Aula gedung Rektorat Unkhair, pada Selasa, (19/11/19). Diskusi publik itu bertajuk “Persepektif Stakeholder Terhadap Pengelolaan Sumber Daya Hutan Maluku Utara”.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah Provinsi Maluku Utara, diantaranya Sekertaris Dinas Kehutanan, Ahmad Zaki, Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata, T. Heri Wibowo, Kepala BPDASHL Ake Malamo, Ir. Asih Yunani, dan Forum DAS Moloku Kie Raha, Arba’in Mahmud.

Diskusi ini cukup menarik, terutama membahas soal peningkatan produktifitas sumber daya hutan dan pengawasan hutan yang merupakan bagian dari upaya pemanfaatan hutan di Maluku Utara.

Ketua Program Studi Kehutanan, Aqshan Shadikin Nurdin, mengatakan diskusi tersebut merupakan upaya untuk menyatukan persepsi dan pandangan dari semua stakholder berkaitan dengan pengelolaan hutan untuk masyarakat di Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu, Sekertaris Dinas Kehutanan, Ahmad Zaki, memaparkan soal bentuk pengelolaan hutan dan fokus pembangunan sektor kehutanan yang dilakukan Dinas Kehutanan Provinsi Malut.

“Perlindungan dan pengamanan hutan dan pemberdayaan masyarakat didalam dan disekitar hutan,” sebut Ahmad dua soal fokus pembangunan sektor kehutanan di Malut.

Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata, Heri Wibowo, menyebut seperti di Halmahera, Maluku Utara memiliki potensi satwa dan sebagian kelompok masyarakat kita masih memanfaatkan alam dengan cara tradisional.

Ia menambahkan, hutan Taman Nasional yang merupakan bagian dari hutan konservasi, terdapat banyak populasi burung, salah satunya adalah Burung Bidadari.

Keragaman jenis burung itu yang tercatat dalam data TN Aketajawe Lolobata teridentifikasi ada 106 jenis, diantaranya 25 jenis burung kategori endemik di Malut pada areal Tanam Nasional Aketajawe Lolobata. Pun teindentifikasi 9 jenis burung paruh bengkok.


Editor: Redaksi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama