Gugur Harapan Mawar

Popbela.com

Oleh: Sariyustika Triawan*

Seorang lelaki pejuang yang begitu gagah menentang kejoliman. Hari itu aksi Kopra jilid dua besar-besaran yang heboh di Maloku Kie Raha. Dan lelaki Gagah berdiri disamping kiri jalan dengan teriakan yang tersalur dari suara corong perubuhan begitu gemetar. Menunjukan wajahnya memerah terbakar semangat perlawanan.

Lalu seorang wanita cantik yang bernama Mawar mendengar orasi sang lelaki gagah itu begitu membakar suasana massa aksi. Mawar terkesima kata-katanya di tengah kerumunan. Mungkin semua wanita sama merasakan apa yang di rasakan mawar. Entalah!

Mawar menggenggam kata-kata dan semangat sang lelaki itu. Dan ia berkata kepada sahabatnya;  "Aku begitu menyukai bobotan orasi sang lelaki itu," kata Mawar sambil berbisik.

Kata-kata lelaki itu begitu erat digenggam ingatan. Kemudian Mawar memberanikan diri untuk mendekati sang lelaki tersebut. Perihal belajar apa-apa yang ada padanya. "Ya kalau pun lebih itu bonus," pikir Mawar yang penuh harapan.

Berselang dua bulan kemudian Mawar benar-benar hadir dalam kehidupan sang lelaki dari sebuah harapan. Mereka menjalani hubungan sebagai mana mestinya.

Tepat pada bulan Januari 2019 pukul 12.00 wit, mereka resmi berpacaran selayaknya orang-orang yang berpasangan pada biasanya. Romantisme pun menghiasi ruang kehidupan mereka.

Sang lelaki itu tak tinggal diam untuk mengajarkan Mawar pada hal-hal baik, karena Mawar tahu sang lelaki itu matang dalam sisi pengetahuan.

Mawar merasa bahagia, kebahagiaan tak pernah ia rasakan sebelumnya. Bagaimana tidak, sang lelaki yang ia idam-idamkan kini bersarang di hatinya yang sementara mekar. Ia menerima cinta sang lelaki itu dalam sejuta rasa.

Mawar tak percaya. Dalam lamunan, ia bertanya; "Apakah ini semua hanya datang dalam gelombang mimpi?". Sampai-sampai  ia mencubit tanganya sendiri untuk menyadarkan dan ternyata ia tak sedang bermimpi. Ini hanyalah kasih sayang Tuhan yang mengabulkan harapan Mawar.

Sebelumnya, Mawar begitu gugup menjalankan hubungan dengan sang lelaki yang ia cintai itu. Tetapi lambat laut ia terbiasa dari segala hal yang terjadi di kehidupan nyatanya. Menerima apa adanya, ketulusan, kehangat,  kebersamaan, dan waktu yang dihabiskan sampai ia lupa, adanya pertemuan dan ada pula perpisahan.

Sang lelaki itu pun menaruh harapan lebih pada Mawar. Ia seakan membara oleh api cinta yang ditaburkan. Alibi, komitmen untuk selalu bersama-sama selamanya.

Hari-hari menjadi waktu yang paling penting untuk menorehkan kisah cinta yang penuh suka duka. Tapi sayang, semua itu tak bertahan karena kehadiran orang lama yang disembunyikan. Begitu pun usia cinta mereka seperti di ujung jarum.

Tujuh bulan lamanya hubungan bertahta. Dan gugur ketika sang lelaki itu membuat kesalahan fatal yang tidak di sukai. Mawar merasa kecewa seakan segalanya tak berarti. Mawar pergi meningalkan seluk-belukar yang sudah di lukai untuk sementar waktu.

Kemudian Mawar berusaha memulihkan hubungan mereka dengan meminta maaf kembali kepada sang lelaki. Meskipun sang lelaki yang berbuat salah tapi ia selalu berupaya lebih dewasa.

Kedewasaan Mawar membuat luruh hati sang lelaki yang begitu keras membatu. Dan kembali memungut retak-retak harapan yang pernah bersejingka di jalan luka.  Ia berdoa pada sujud terakhir "Tuhan jikalau engkau telah menyambung seluruh harapan sesorang, maka perkokohkan niatku yang tak satu pun manusia tahu,".

Hubungan mereka pun kembali di selamatkan. Berjalan seperti biasanya walaupun tak sama. Saling menguatkan satu dengan yang lain karena hanya 'dalil cinta' yang bisa bertahan.

Dari kejadian itu, sang lelaki seperti terketuk pintu hati sehingga membuat perhatiannya lebih berbeda dari pada sebelumnya. Mawar sangat senang dengan sikap yang lelaki itu lakukan. Mengajak membaca buku, diskusi, menanyakan makanannya, sampai pada soal kesehatan, dan itu dilakukan hampir setiap hari.

Pada suatu ketika, semua itu runtuh kembali. Mawar melakukan kesalahan  lantaran melempari helm ke sang lelaki di depan teman-temannya.  Pada saat itu mungkin sang lelaki marah hingga melontarkan kata-kata kasar; "Sejak awal aku tidak menyukaimu, aku hanya penasaran dan mencoba masuk di kehidupanmu," begitulah bentak sang lelaki sambil meludah ke tanah.

Mawar hanya dapat terdiam sambil meneteskan air mata. Ketulusan cinta itu berkecambu dengan kesedihan.

Mawar berlalu meninggalkan. Bahkan ia sudah menjadikan ayah kedua bagi sang lelaki yang dicintainya.  Padahal itu hanya menjadi angan-angan. Pengharapan pun pupus, tak bisa di daur ulang perasaan yang sudah retak.

Meski begitu sempat terpikir oleh Mawar untuk memperbaiki hubungan lagi dan lagi. Meminta maaf berulang kali atas segala kesalahan yang di lakukan. Membujuk sang lelaki itu sambil bermohon agar bisa kembali lagi seperti biasa.

Tetapi sang lelaki itu mengeluarkan ucapanya yang mengiris hati Mawar kembali "Kita tak mungkin bersama lagi sampai kapan pun," tolak lelaki itu.

Pernah terlintas ingatan lama yang di ucapakan  "Segala sesuatu masalah, harus diselesaikan dengan kepala dingin  tanpa ada ego yang menguasai diri kita," ucapan 'surga' yang menyejukan hati. Seakan-akan itu tak bermakna ketika dipraktekkan pada kenyataan.

Ternyata seorang ativis mahasiswa berpengtahuan luas tak selamanya dapat menjamin bahwa ia akan menghormati mawar sebagai sorang perempuan yang dapat menerbang harapan dan cita-citanya setinggi keyakinannya.

Sekarang, Mawar hanya membiarkan harapan itu terbengkalai. Ia sudah menyerah dengan segala usaha yang di lakukan. Sampai kini Mawar masih bertahta di atas harapan tetapi tidak memaksa untuk kembali. Mawar selalu percaya bahwa segala kajadian memberi arti dan pembelajar yang luar biasa bagi hidup. Selagi ia berupaya memulihkan segala luka yang membekas.

Kalau pun sang lelaki itu datang menjemput harapan dan menanam kembali pada doa-doa mungkin Mawar akan meyuruh Tuhan untuk menolaknya.[]

*Seorang Mahasiswa IAIN Ternate

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama